Pollution Caused By Industrial

causing air pollution caused by the smoke, polluting the soil and water due to industrial waste.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Monday, November 25, 2013

PROGRAM TAHUNAN LPLHI-KLHI 2013-2014 (GREEN PONPES)

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
TERM OF REFERENCE (TOR)
GO GREEN PONDOK PESANTREN
LPLHI – KLHI SE-KOTA/KABUPATEN TASIKMALAYA
TAHUN 2013 s/d2014



LPLHI-KLHI                                          :    DPP (Dewan Pimpinan Pusat)                                                          
PERWAKILAN/PELAKSANA           :    DPW, DPD Dewan Perwakilan Wilayah dan Daerah Tasikmalaya
PROGRAM                                            :    GO GREEN (Green Ponpes)
KEGIATAN                                             :    Penanaman Pohon dan Penyuluhan Sadar Lingkungan Hidup

INDIKATOR KINERJA KEGIATAN  :     Membantu Terlaksananya Program Pemerintah Menuju Indonesia Hijau
SATUAN/JENIS KELUARAN            :    Penanaman Bibit Pohon
VOLUME                                                :    1 Juta Pohon


1.      LATAR BELAKANG

a.      Dasar Hukum

Ø  UUD Negara Republik Indonesia THN 1945 pasal 28H,Bahwa lingkungsn Hidup yang baik dan sehat merupakan hak asasi warga      Negara.
Ø  UU. No. 4 Th. 1982   :  Ketentuan- Ketentuan Pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup
Ø  UU. No. 24 Th. 1992 :  Penataan Ruang
Ø  UU. No. 23 Th. 1997 :  Pengelolaan Lingkungan Hidup
Ø  U.U.  Repulik Idonesia No. 23 Tahun 1997
Ø  UU No.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan   Lingkungan Hidup.
Ø  UU Nomor 32 Tahun 2004  tentang Pemerintahan Daerah antara lain mengamanatkan bahwa urusan lingkungan hidup merupakan salah satu urusan yang diserahkan kepada daerah.
Ø  Surat Edaran Mentri Negara BUMN No.SE-21/MBU/Thn 2008 Tentang Tanggung jawab sosial dalam Lingkungan Hidup diwajibkan kepada BUMN yang kegiatan usahanya di bidang SDA (sumber daya alam)
Ø PP No.10 Thn 2011 tentang pinjaman luar negeri dan hibah
Ø  Peraturan Mentri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia
No. 01 Tahun 2012 Tentang Pogram Menuju Indonesia Hijau
Ø Peretuan mentri keuangan No.32 Thn 2012 Tentang bantuan sosial dan hibah daerah
Ø  Peraturan Mentri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia
No. 01 Tahun 2012 Tentang Pogram Menuju Indonesia Hijau
Ø  Surat Edaran Mentri Negara BUMN No.SE-21/MBU/Thn 2008 Tentang Tanggung jawab sosial dalam Lingkungan Hidup diwajibkan kepada BUMN yang kegiatan usahanya di bidang SDA (sumber daya alam)

b.      Gambaran umum
Membimbing kerarah perbaikan lingkungan hidup, adat istiadat, kepandaian dan kelakuan orang-orang dengan sengaja merusak lingkungan hidup, agar dapat menyadari pada dampak perusakan alam tersebut. Sesuai tingkatan dan kapasitasnya bersama LPLHI-KLHI mengupayakan bagi mereka untuk melestarikan lingkungan hidup secara bersama-samasesuai amanat Undang No.32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan   Lingkungan Hidup.serta mewujudkan pelestarian lingkungan hidup dan menghijaukan kembali alam, dengan cara mencegah dan mengatasi terjadinya perusakan-perusakan lingkungan hidup secara liar.

c.       Alasan Kegiatan Dilaksanakan
Sebagai wujud dari keprihatinan dan kepedulian akan semakin rendahnya perhatian yang kuat dan tulus terhadap pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Adalah merupakan kewajiban, dan tanggung jawab yang mulia, bagi setiap anak bangsa untuk turut serta berperan aktif bagi pelestarian sumberdaya alam dan lingkungan hidup yang tersebar diseluruh wilayah nusantara. Bencana alam yang terjadi sekarang ini, merupakan hasil kurangnya perhatian akan pentingnya penyelamatan kekayaan alam dan lingkungan hidup bangsa ini. Ironisnya, pada satu sisi, kita adalah negara yang memiliki keanekaragaman hayati dan kekayaan alam terbesar di dunia. LPLHI dalam konteks ini mendedikasikan aksinya pada bumi nusantara yang lestari yang meliputi kawasan hutan, laut dan industri, yang dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan bagi kemakmuran bangsa dan negara Kami berharap LPLHI dapat berkerjasama dengan berbagai pihak yang memberikan komitmen penuh dalam pelestarian sumber daya alam dan lingkungan hidup Akhirnya, dengan memohon kepada Allah SWT, Tuhan yang Maha Esa dapat merestui apa yang kita kerjakan hari ini dan dimasa mendatang.

2.      KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN :

a.      Uraian kegiatan
Mempromosikan etika pelestarian lingkungan yang memenuhi kaidah pengembangan yang berkelanjutan (sustainable developement) dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Indonesia, Memberikan contoh pembibitan dan mengadakan penanaman pohon di lahan  lahan pondok pesantren yang lokasi lahannya berdekatan dengan lokasi perindustrian,sempadan pantai,bantaran sungai,hutan yang gundul, lahan pertanian dan lain-lainya.meningkatkan kegiatan penghijauan lingkungan seputar pondok pesantren pesantren agar tidak terkena erosi serta pelestarian lingkungan pesantren yang benuansa lingkungan hidup sehingga dapat mencegah terjadinya pencemaran udara, global warming/pemanasan global, akibat daripada perluasan kawasan industri,rumah kaca dan penebangan pohon yang kian hari semakin liar.
b.      batasan kegiatan
Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia – Kawasan Laut Hutan dan Industri, adalah lembaga independent yang bersifat mandiri, tidak berpihak pada politik dan akan seslalu melakukan pembinaan bagi orang orang yang memerlukan pemahaman tentang lingkungan hidup dan pemeliharaan lingkungan hidup serta mengadakan pembinaan,Menjalin tali silaturahmi,hubungan kerja sama dengan para pemimpin, pengajar,dan anak didik pondok pensantren , yayasan atau badan hukum lainnya yang juga mengemban tugas tentang lingkungan hidup,membuat studi kelayakan sesuai hasil penjajakan usaha-usaha tentang lingkungan hidup dan pelestarian alam Khusunya di kota Tasikmalaya.Guna memperluas cakrawala tugas dan wawasan dunia lingkungan hidup bagi para pelajar dan anak didik khususnya di di kalangan  pondok pesantren.

3.      MAKSUD DAN TUJUAN

a.      Maksud Kegiatan
Menghijaukan kembali alam di seluruh kota dan kabupaten Tasikmalaya khususnya di lingkungan pondok pesantren, serta turut membantu pemerintah Daerah maupun Pusat dalam pelestarian lingkungan hidup berdasarkan program Pemerintah,dengan di adakannya kegiatan ini LPLHI dapat mengurangi dan mengantisipasi terjadinya pelanggaran tentang lingkungan hidup,di kawasan laut, hutan dan industri. Menerapkan pengawasan terhadap lingkungan hidup sebagai Fasilitator dan akomoditor stakeholder yang terlibat langsung dalam usaha konservasi dan preservasi lingkungan hidup,menelurusi dampak perusakan lingkungan hidup, memantau, melestarikan dan menyelamatkan lingkungan hidup di kota tasikmalaya.

b.      Tujuan Kegiatan
Mempromosikan etika pelestarian lingkungan yang memenuhi kaidah pengembangan yang berkelanjutan (sustainable developement) dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh masyarakat Indonesia Membina masyarkat khususnya di kalangan para anak didik pondok pesantren dan mengajak para pengajar pondok pesantren, agar lebih mencintai lingkungan dan memberikan pemahaman tentang pentingnya arti lingkungan hidup dan pelestarianya dan bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan hidup dalam rangka pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

4.      PELAKSANAAN DAN PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN
 DAN PENERIMA MANFAAT

a.      Pelaksanaan Kegiatan
Pelaksanaan kegiatan penanaman pohon di mulai pada musim tanam pada Bulan Oktober tahun 2013 s/d Oktober tahun 2014.
b.      Penanggung Jawab Kegiatan
Penanggung jawab kegiatan ini ialah Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia-Kawasan Laut Hutan dan Indutsri Beserta para Pendiri, Para Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Pelindung  LPLHI-KLHI yang tertuang dalam Profile Lembaga Yang pelaksanaannya diatur oleh peraturan dan keputusan pimpinan pusat LPLHI- KLHI, guna melakukan persiapan-persiapan bagi keperluan lingkungan hidup dan pemberdayaan lingkungan hidup serta pelestarian lingkungan hidup di khusunya di Kota dan Kabupeten Tasikmalaya.

c.       Penerima Manfaat
Masyarakat secara luas khusunya para pelajar anak didik di seluruh pondok pesantren dengan mempromosikan etika lingkungan hidup serta memperkenalkan secara langsung manfaat sumberdaya alam bagi kelangsungan kehidupan manusia di masa mendatang,dan menumbuhkan rasa kepedulian akan lingkungan hidup kepada seluruh pondok-pondok pesantren di Daerah se kota/kab Tasikmalaya.



5.      INDIKATOR KELUARAN

a.      Indikator Keluaran
Dalam rangka mengukur indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) khususnya di kota Tasikmalaya, Program yang di adakan oleh LPLHI dengan semua lembaga dan Instansi .yang terkait dalam bidang lingkungan hidup ini secara langsung dapat menajdi bahan acuan untuk mengukur rasa tingkat kesadaran akan kepedulian lingkungan hidup di wilayah masing-masing khusunya di wilayah-wilayah pondok pesantren yang akan di adakan kegiatan ini, Mempromosikan program-program kepada masyarakat luas dan preservasi yang mensejahterkan masyarakat dan berbasis masyarkat lokal (community-based action/progam) melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan beberapa pondok pesantren di kota tasimalaya pada umumnya.
b.      Keluaran
Dengan kegiatan ini memudahkan para penggiat lingkungan hidup dapat mengukur kualitas air sungai, kualitas udara, dan tutupan hutan, kualitas lingkungan di wilayah pesisir dan laut serta kondisi keanekaragaman hayati serta penyelamatannya khusunya di kota tasikmalaya secara bersama-sama hingga tumbuh tingkat khususnya di kalangan anak didik pondok pesantren dan mengupayaakan Pengelolaan  lingkungan Hidup  terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan, pengawasan, dan pengendalian lingkungan hidup di kota/kab Tasikmalaya. Fasilitator atau akomoditor stakeholder yang terlibat langsung dalam usaha konservasi dan preservasi lingkungan hidup di seluruh Indonesia khususnya di kota/kab Tasikmalaya. Bagi Mahasiswa pelajar di kalangan Pondok Pesantren sekaligus masyarkat luas dengan memperkenalkan program-program yang di adakan sebagai percontohan lingkungan hidup.

6.      WAKTU PENCAPAIAN KELUARAN

1.      Penyuluhan,dengan cara melakukan penyuluhan secara langsung,dengan keluaran berupa berita acara hasil penyuluhan.
2.      Memberikan informasi kepada para anak didik pondok pesantren di tingkat kota se tasikmalaya tentang kondisi lingkungan di daerah masing-masing sebagai bahan bahan evaluasi bagi para didik ponpes agar supaya bijak dalam masalah lingkungan hidup demi pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
3.      Sebagai bentuk pertanggung jawaban kami kepada publik tentang pencapaian target program-program pemerintah di bidang pengelolaan lingkungan hidup.
4.      Mengajak dan membimbing kearah perbaikan lingkungan hidup di kalangan santriawan dan santriwati di kota tasikmalaya, hingga dapat  disampaikan sesuai kapasistanya kepada masyarakat luas di daerahnya masing-masing sekembalinya dari pondok pesantren.
5.      Memberikan cantoh dan motivasi kepada anak didik santriawan dan santriwati tentang penyelamatan dan pemanfaatan sumber daya alam di sekitar  lingkugan pondok pesantren
6.      Membimbing kearah perbaikan lingkungan hidup sesuai ajaran islam tentang penyelamatan alam dan dan merawatnya.
7.      Menumbuhkan kesadaran akan kepedulian lingkungan hidup
8.      Menjalin tali silaturahmi antra kalangan santri dengan para aktifis lingkungan hidup serta para penggiat lingkungan guna saling mengisi satu sama lain akan penyelamatan lingkungan hidup.

7.      TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN
Tempat di laksanakanya penanaman pohon se- kota dan kabupaten di pusatkan di masing-masing kecamatan kota dan kabupaten Masing-masing, sekaligus anggota kader LPLHI akan mengadakan penyuluhan tentang lingkungan hidup serta penyelamatan dan pemanfaatan sumber daya alam kepada para para pelajar santriawan dan santriwati serta para pengajar pondok pesantren.
     
8.      SRATEGI PENCAPAIAN KELUARAN

a.      Metode Pelaksanaan
1.      Menata dan mendata jumlah pondok pesantren yang akan dikunjungi se-Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, membenahi dan menata administrasi lembaga dari pusat sampai ke daerah.
2.      Membuat program kerja penyelamatan tentang lingkungan hidup kepada setiap pondok-pondok pesantren yang akan dikunjungi sekaligus yang akan ditanami pohon. 
3.      Kegiatan pemeliharaan lingkungan hidup dengan membuat pondok pesantren  percontohan yang berwawasan lingkungan hidup ke seluruh Kota Tasikmalaya.
4.      Membuat sarana sebagai penunjang kegiatan dan pengawasan pelestarian lingkungan hidup di pondok-pondok pesantren seperti pembuatan bak sampah di setiap pondok-pondok pesantren.
5.      Pembinaan dan pengembangan bibit, jenis tanaman langka, guna dilestarikan di lahan percontohan milik pondok pesantren.

b.      Tahapan Keluaran
Pembentukan dan pembinaan anggota-anggota pelajar santriawan santriwati di seluruh pondok-pondok pesantren se-Kota dan Kabupaten Tasikmalaya sebagai berikut :
1.      Mendata jumlah pondok pesantren se-kota tasikmalaya yang akan di Tanami pohon.
2.      Menyiapkan program kerjasama dengan pihak pemerintah daerah dan dan Kemenag Kota dan Kabupaten Taikmalaya
3.      Menyiapkan program kerjasama dengan pihak Pemerintah Daerah dan  BUMN, (PT.CV) serta  pihak swasta yang mendukung program
 GOO GREEN  Ponpes Green Se- kota/kabupaten Tasikmalaya  dalam pengadaan Bibit-bibit Pohon.
4.      Menyiapkan program kerjasama dengan dan pihak Perum Perhutani serta Dinas Lingkungan Hidup Kota dan Kabupaten Tasikmalaya serta penggiat organisasi dan sukarelawan peduli lingkungan hidup ..
5.      Menyiapkan bibit-bibit  tanaman untuk di alokasikan kepada seluruh pondok-pondok pesantren se-Kota dan Kabupten  Tasikmalaya.
6.      Menyiapkan program kerja dan materi pembinaan
7.      Menyiapkan sarana dan prasarana termasuk tempat sampah organik non organik  di lahan lokasi pondok pesantren.
8.      Menyiapkan penilaian untuk pondok pesantren yang berwawasan lingkungan hidup.
9.      Melaksanakan penanaman serta pembinaan dan pengembangan bibit tanaman.
10.  Menyelanggarakan seminar lingkungan hidup,dengan mengangkat tema pemanfaatan dan penyelamatan sumber daya alam,dalam program Green Ponpes se-Kota dan Kabuapaten Tasikmalaya
11.  Melaporkan hasil kerja kepada pihak Pemerintah Pusat,Provinsi,Daerah,(Instansi Terkait,) BUMN dan pihak swasta yang mendukung program Green Ponpes (PT.CV)
12.  Melaporkan pertanggung jawaban keuangan hibah yang di berikan Pemerintah,BUMN dan swasta(PT.CV)


Sunday, April 14, 2013

Pengurus LPLHI-KLHI Kota Waringin Baru - Kalimantan Tengah


Hutan Kalimantan Tengah akan musnah 2017,

Hutan Kalimantan Tengah musnah 2013
Hutan Kalimantan Tengah akan musnah 2017,

Salah kelola

Organisasi aktivis hutan dunia, WWF Indonesia memprediksikan bahwa hutan Kalimantan Tengah akan musnah antara 2013-2013 berdasarkan data tutupan hutan kalimantan dari 1900 hingga sekarang dengan menggunakan proyeksi konservatif dan proyeksi pesimistis.
Menurut Koordinator Wilayah WWF Indonesia Kaliantan Tengah Rosenda Ch. Kasih, proyeksi konservatif atau pengelolaan hutan secara lestari kerusakan hutan dapat ditekan sebesar 781.529 Ha per tahun. Apabila terjadinya kesalahan dalam pengelolaan hutan atau proyeksi pesimistis maka hutan akan hilang 1.240.000 Ha per tahun. Jika tutupan hutan Kalteng seluas 8.635.944,854 Ha. maka hutan Kalteng akan hilang antara tahun 2013 – 2017.
Dia menambahkan, data tutupan lahan yang dikumpulkan dari 1900 tersebut diproyeksikan per 25 tahun, bahkan akhir-akhir ini menjadi per 10 tahun melihat laju kerusakan hutan yang semakin cepat.
Pengelolaan hutan yang salah dapat dilihat dari banyaknya pembukaan lahan tanpa memperhatikan aspek lingkungan, sosial, Budaya, dan aspek ekonomi.
Selain pengelolaan hutan yang salah dari sisi kebijakan, hilangnya hutan juga disebabkan oleh kebakaran hutan, pembalakan liar, pertambangan dan pembukaan perkebunan sawit secara besar-besaran.